Pebalap Wanita Jamie Chadwick Berambisi Tampil di F1

Home / Olahraga / Pebalap Wanita Jamie Chadwick Berambisi Tampil di F1
Pebalap Wanita Jamie Chadwick Berambisi Tampil di F1 Pebalap Jamie Chadwick yang ingin mendobrak kesetaraan gender dalam ajang balap jet darat. (FOTO: Istimewa)

TIMESLAMONGAN, JAKARTAPebalap Wanita Jamie Chadwick (21) yang memimpin kejuaraan Formula Seri W (Woman) berambisi menembus ajang Formula 1 (F1), ajang balapan jet darat untuk pria itu.

Jamie Chadwick adalah juara Formula Seri W, yakni kejuaraan balap mobil yang diselenggarakan FIA khusus untuk para pembalap wanita demi mendukung kampanye kesetaraan gender.

Kompetisi Formula Seri W memang dirancang untuk mempromosikan dan menyediakan batu loncatan untuk mengatasi kesenjangan gender yang besar di bidang olahraga tersebut.

Jamie Chadwick baru saja bergabung dengan tim Williams di divisi pengembangan jet darat bersama Daniel Ticktum sebagai langkah lanjutan untuk mewujudkan mimpinya membalap di ajang F1 bersama para pembalap pria lainnya.

“Saya terkadang masih tak percaya bisa bergabung dengan Williams, dan ini merupakan langkah yang bagus untuk mewujudkan mimpi saya untuk membalap di kasta tertinggi," ujar cewek kelahiran Inggris, 20 Mei 1998 seperti dilansir laman The Guardian.

"Saya ingin berada di sana karena pantas untuk bersaing di kejuaraan tersebut bukan hanya karena saya merupakan seorang wanita. Semoga dukungan dan kesempatan yang saya terima bisa mengantarkan saya untuk mewujudkan mimpi dan ambisi saya," katanya.

W Series sempat menciptakan kontroversi ketika diusulkan tahun 2018 lalu. Namun ada optimisme itu terbukti sukses, tahan lama dan membuat perbedaan untuk mendorong wanita ke Formula 1.

Seri W menggunakan mobil Tatuus Formula 3 2018, dengan mesin 1,8-liter turbocharged, ban licin dan perangkat halo seperti yang digunakan di F1.

Jamie-Chadwick-b.jpg

Balap motor adalah salah satu dari sedikit olahraga di mana pria dan wanita dapat bersaing di arena yang seimbang.

F1 selalu menarik perhatian terbesar tetapi jauh dari menyajikan keseimbangan gender. Lebih dari 900 pebalap telah berkompetisi sejak kejuaraan dimulai pada tahun 1950 tetapi hanya dua wanita yang pernah melakukannya.

Penampilan resmi terakhir adalah Lella Lombardi pada tahun 1976. Desiré Wilson dari Afrika Selatan yang berpacu untuk Tyrell dalam sebuah pertemuan non-kejuaraan di Kyalami pada tahun 1981 dan memenangkan perlombaan dalam British Aurora F1 Championship di Brands Hatch pada tahun 1980 dimana mobil-mobil F1 bersaing.

Ada enam balapan di Eropa, termasuk satu di Inggris, dan juga 20 pebalap. Mereka tidak akan membutuhkan dana tetapi akan dipilih oleh para juri, termasuk mantan pembalap seperti David Coulthard, direktur teknis Red Bull, Adrian Newey, dan mantan direktur olahraga Lewis Hamilton di McLaren, Dave Ryan, dengan hadiah sebesar £ 1,15 juta.

Melihat potensi seri baru di dunia balap tersebut, Kepala Eksekutif W Series, Catherine Bond Muir, percaya sudah waktunya untuk mengatasi kesenjangan gender.

Maka pebalap wanita, Jamie Chadwick (21) yang memimpin kejuaraan Formula Seri W (Woman) berambisi menembus ajang Formula 1 (F1), ajang balapan jet darat untuk pria itu. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com