Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung

Home / Kopi TIMES / Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung
Pilkada Bandung dan Tantangan Smart City Bandung Dr M Budiana, Pengamat Politik dan Pemerintahan, Dekan FISIP Universitas Pasundan.

TIMESLAMONGAN, BANDUNG – Pilkada Kabupaten Bandung 2020 akan makin menarik karena bupati incumbent tidak bisa ikut serta kembali sebab sudah dua periode menjabat. Hal ini membuat peluang atau kesempatan bagi para pendatang baru di Pilkada Serentak 2020.

Sekalipun Wakil Bupati Bandung incumbent saat ini, Gun Gun Gunawan, akan mencalonkan diri sebagai Bupati Bandung, namun demikian peluang besar masih dapat dimanfaatkan oleh para pendatang baru.

Banyaknya persoalan yang masih belum dapat diselesaikan oleh Bupati Bandung Dadang M Naser dan wakilnya, pasti menjadi isu yang mudah dimainkan oleh para calon bupati lain nantinya, termasuk boleh jadi oleh calon yang berasal dari partai pendukung Dadang Naser.

Terpenting, Kabupaten Bandung belum pernah dikelola oleh kepala daerah yang dalam mengelola pemerintahannya banyak melakukan kreatifitas dan inovasi yang signifikan, sementara hal ini di kabupaten/kota lain sudah mewujud. Artinya, Kabupaten Bandung masih selalu tertinggal selangkah dengan daerah lain.

Kita berharap Pilkada Serentak 2020 dapat menghasilkan kepala daerah yang memiliki orientasi yang selaras dengan paradigma baru pembangunan. Misalnya pengembangan smart city.

Kepala daerah hari ini dituntut untuk bisa mengembangkan sinergitas semua lini yang ada di daerahnya, sebab ini adalah fenomena yang terjadi di era industri 4.0 menuju 5.0.

Soal pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Bandung, semua unsur pemerintahan, termasuk pemerintahan daerah harus seiring dengan misi Presiden Jokowi, yakni semakin mengefektifkan dan mengefisienkan eselon IV dan III dengan cara dialihfungsikan, tanpa mengurangi penghasilannya, lalu digantikan dengan sistem robotik.

Secara bertahap Pemkab Bandung harus bisa menjawab “tantangan presiden". Sebab hal ini semata-mata untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, termasuk di dalamnya tentu untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan masif.

Kabupaten Bandung harus bisa, dan pasti bisa, asal bupati yang baru nanti harus kreatif dan inovatif terhadap pengembangan sistem pemerintahan saat ini. (*)

*) Penulis, Dr M Budiana, Pengamat Politik dan Pemerintahan, Dekan FISIP Universitas Pasundan

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com