Kiat Mudah Menurunkan Risiko Osteopenia

Home / Gaya Hidup / Kiat Mudah Menurunkan Risiko Osteopenia
Kiat Mudah Menurunkan Risiko Osteopenia Ilustrasi Olahraga. (FOTO: cdr.co.id)

TIMESLAMONGAN, JAKARTAOsteopenia adalah peralihan tulang yang sehat menuju osteoporosis. Orang yang didiagnosis memiliki kondisi ini, tidak mengalami gejala. Hanya saja tingkat kepadatan tulangnya akan menurun dan risiko terjadinya patah tulang bisa semakin tinggi. Lalu, bagaimana caranya mencegah gangguan kesehatan tulang ini?

Menurunnya kepadatan tulang akibat penuaan ini memang tidak bisa dicegah. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mencegah terjadinya osteopenia. Kondisi ini bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti:

1. Meningkatkan asupan yang menyehatkan tulang

Semua organ di tubuh Anda membutuhkan nutrisi, termasuk tulang. Namun, nutrisi utama yang dibutuhkan adalah kalsium dan vitamin D. Keduanya tidak dihasilkan secara alami oleh tubuh. Oleh karena itu, Anda perlu memenuhi asupannya per hari melalui makanan dan minuman.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara maksimal. Keduanya bekerja sama untuk mendorong pertumbuhan sel tulang baru sehingga kepadatannya selalu terjaga. Anda bisa mendapatkan keduanya dari susu, telur, ikan, jamur, dan produk susu, seperti keju.

2. Jangan malas olahraga

Olahraga menyehatkan tubuh secara menyeluruh, terutama pada tulang, otot, dan sendi Anda. Itulah sebabnya, aktivitas fisik ini bisa menjadi cara paling mudah untuk mencegah terjadinya osteopenia.

Olahraga memungkinkan tubuh Anda bergerak lebih aktif sehingga membakar lemak tubuh lebih banyak. Terbakarnya lemak di tubuh membuat berat badan Anda jadi lebih terkendali.

3. Hentikan kebiasaan buruk

Langkah mencegah osteopenia tidak hanya lewat olahraga atau dengan menjaga pola makan. Anda juga harus meninggalkan kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol.

Rokok dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, termasuk pada tulang Anda. Sementara minum alkohol berlebihan dapat mengganggu tubuh dalam menyerap kalsium. Jika Anda kesulitan untuk berubah dari kebiasaan ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada dokter.

4. Lakukan aktivitas dengan hati-hati

Mencegah osteopenia bisa dilakukan dengan berhati-hati dalam menjalankan aktivitas. Ada beberapa aktivitas yang bisa menempatkan tulang Anda mendapat tekanan besar atau masalah, contohnya membawa barang yang berat atau tergelincir saat berjalan.

Saat membawa barang yang berat, akan lebih baik jika Anda tidak menaruhnya di pundak atau menjinjingnya. Sebaiknya, gunakan alat bantu seperti troli atau minta bantuan orang lain untuk mengangkatnya bersama-sama supaya lebih ringan.

Pastikan lantai rumah Anda kering, terutama di sekitar dapur, kamar mandi, atau di dekat halaman. Jangan berlari dan perhatikan langkah Anda ketika menaiki atau menuruni tangga supaya tidak terpeleset.

5. Cek kesehatan tulang ke dokter

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mencegah osteopenia adalah rutin cek kesehatan tulang ke dokter. Bila usia Anda di atas 30 tahun atau paling lambat setelah menopause, lakukan cara ini untuk mengetahui tingkat kepadatan tulang. Tidak seperti cek kesehatan lain, tes kepadatan tulang tidak dilakukan dalam jarak waktu yang dekat. Anda mungkin direkomendasikan untuk melakukan tes kepadatan tulang 2 atau 5 tahun sekali. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com