Awas, Obesitas Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Ini

Home / Gaya Hidup / Awas, Obesitas Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Ini
Awas, Obesitas Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Ini Ilustrasi Obesitas. (FOTO: Intisarionline)

TIMESLAMONGAN, JAKARTAObesitas bukan hanya masalah kelebihan berat badan yang dapat mempengaruhi penampilan. Kegemukan dan obesitas dapat memicu timbulnya sejumlah gangguan kesehatan serius.

Berikut berbagai penyakit serius yang bisa Anda alami jika mengalami obesitas.

1. Diabetes

Diabetes tipe 2 dapat mengurangi kemampuan tubuh mengontrol gula darah. Peningkatan gula darah merupakan faktor risiko mayor terjadinya kematian dini, penyakit jantung, stroke, dan kebutaan.

Orang dengan obesitas memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami diabetes melitus tipe 2 dibandingkan orang normal. Sebaliknya, menurunkan berat badan dan berolahraga dapat menurunkan risiko mengalami obesitas.

2. Jantung dan stroke

Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Orang dengan obesitas akan berisiko mengalami peningkatan tekanan darah yang merupakan salah satu faktor risiko mayor terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita obesitas juga merupakan penyebab terjadinya plak pada pembuluh darah. Ini adalah ‘bibit-bibit’ terjadinya serangan stroke dan penyakit jantung koroner di kemudian hari.

3. Kanker

Beberapa jenis kanker dihubungkan dengan obesitas. Pada wanita, beberapa jenis kanker yang berkorelasi dengan obesitas adalah kanker rahim dan leher rahim, kandung empedu, indung telur, payudara, dan kanker usus.

Sementara itu pada pria dengan obesitas, risiko beberapa jenis kanker juga meningkat, seperti kanker usus dan kanker prostat.

4. Gangguan pernapasan

Orang dengan obesitas berisiko lebih tinggi untuk mengalami asma dibandingkan orang yang tidak mengalami obesitas. Selain itu, penumpukan lemak di sekitar leher pada orang dengan obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya sumbatan jalan napas saat tidur.

Hal ini ditandai dengan mengorok. Mendengkur atau mengorok akan menyebabkan rasa ngantuk pada siang hari dan dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

5. Penyakit kandung empedu

Penyakit kandung empedu lebih sering terjadi jika Anda mengalami obesitas. Risiko Anda mengalami penyakit empedu seperti peradangan kandung empedu dan pembentukan batu empedu hingga kanker empedu meningkat seiring dengan peningkatan berat badan Anda.

Namun demikian, penurunan berat badan yang terlalu drastis dan cepat juga dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami pembentukan batu empedu dibandingkan penurunan berat badan secara perlahan dan bertahap.

6. Osteoatritis dan gout

Osteoatritis merupakan peradangan sendi yang dapat terjadi pada penderita obesitas. Penyebabnya, terjadi penekanan pada sendi-sendi penopang tubuh oleh berat badan yang berlebih dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa sendi yang rentan mengalami osteoatritis pada penderita obesitas adalah sendi lutut, pinggang, dan punggung bagian bawah.

Selain itu, penderita obesitas juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami peningkatan kadar asam urat darah. Kadar asam urat yang berlebih dapat membentuk kristal yang akan mengendap pada sendi dan menyebabkan penyakit gout.

Obesitas bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Semakin lama dibiarkan, risiko gangguan kesehatan akibat obesitas akan semakin tinggi. Untuk itu, jalani pola hidup sehat dan aktif. Konsumsilah makanan alami yang sehat, serta perbanyak sayuran dan buah. Agar lebih maksimal, imbangi dengan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari secara teratur. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com