Ada Lumbung Pangan Keliling di Kampung Tangguh Songgokerto 

Home / Ekonomi / Ada Lumbung Pangan Keliling di Kampung Tangguh Songgokerto 
Ada Lumbung Pangan Keliling di Kampung Tangguh Songgokerto  Berbagai sarana prasarana disiapkan untuk mengantisipasi penularan Virus Covid-19 oleh warga Kelurahan Songgokerto. (Muhammad Dhani Rahman/TIMESINDONESIA) 
Fokus Berita

TIMESLAMONGAN, BATULumbung Pangan keliling hingga tempat budidaya ikan dan sayuran kangkung disiapkan oleh warga RW 4, Dusun Krajan, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jatim agar jadi kampung tangguh melawan Virus Covid-19. 

Lumbung Pangan keliling yang penuh berisi bahan kebutuhan pokok ini disiapkan warga agar tangguh menghadapi ancaman rawan pangan di tempat tinggalnya. 

Begitu juga dengan tempat budi daya ikan dan kangkung, warga memanfaatkan ember bekas dijadikan kolam untuk membudidayakan ikan dan menanam kangkung. 

"Kami perkenalkan Kampung Tangguh di Kelurahan Songgokerto yang sudah ada sejak tiga bulan yang lalu, sejak ada Covid-19," ujar Lurah Songgokerto, Dian Saraswati. 

Di Kampung Tangguh Kelurahan Songgokerto ini, warga secara mandiri melakukan pencegahan penularan Virus Covid-19 juga pencegahan kriminalitas hingga pencegahan rawan pangan akibat Pandemi Virus Covid-19 ini. 

"Inisiatif dari warga sendiri untuk menjaga lingkungan dengan membangun portal untuk menjaga keamanan, ketika banyak yang dirumahkan, Kelurahan mensuport warga dengan pendirian Lumbung yang lebih besar untuk mendukung Lumbung Pangan keliling. 

Kelurahan juga memperkuat organisasi dan administrasi Kampung Tangguh karena dari waktu ke waktu semakin banyak dari luar yang memberikan bantuan. 

Tidak hanya itu, Kampung Tangguh Kelurahan Songgokerto ini dijadikan Polres Batu sebagai duta Kampung Tangguh dari Kota Batu ke Mabes Polri. 

Selain dilengkapi Lumbung Pangan, Kampung Tangguh ini juga memiliki berbagai peralatan penting mulai dari bilik disinfektan hingga ruang pemeriksaan kesehatan dan ruangan karantina. 

Ketua RW 4, Kelurahan Songgokerto, Budi Santoso mengatakan bahwa secara swadaya dan swakarsa warga bahu membahu melawan Virus Covid-19.

"Kita berjaga 24 jam untuk bersama-sama mencegah penularan Virus Covid-19," ujar Budi Santoso. Ia berharap aksi warga di kampung tangguh ini bisa melindungi warga yang lain dari ancaman wabah penyakit ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com