Laut Pasir Bromo Diterjang Badai Debu

Home / Berita / Laut Pasir Bromo Diterjang Badai Debu
Laut Pasir Bromo Diterjang Badai Debu Kawasan laut pasir Bromo tertutup badai debu. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESLAMONGAN, PROBOLINGGO – Memasuki musim pancaroba, kawasan laut pasir Bromo, di Probolinggo, Jawa Timur, diterjang badai debu.

Fenomena ini, lazim terjadi ketika musim kemarau. Wisatawan maupun warga setempat, diimbau untuk menggunakan masker dan kacamata, untuk melindungi diri dari terpaan angin bercampur debu.

Fenomena badai debu ini, sering terjadi di kawasan laut pasir Bromo. Penyebabnya, suhu yang panas, membuat kandungan air di pasir cepat menguap. Akibatnya, struktur permukaan pasir menjadi sangat kering dan dapat diterbangkan angin.

Aktivitas kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas, juga menjadi salah satu penyebab terangkatnya debu permukaan ke atas. Melalui bantuan tiupan angin.

Di kawasan laut pasir sendiri, memang ada tiupan angin lokal. Kencangnya tiupan angin, membuat debu di permukaan pasir terangkat. “Fenomena ini sudah sering terjadi. Bagi masyarakat setempat, badai debu sudah menjadi hal biasa,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi, Senin (21/10/2019).

Kendati demikian, wisatawan diimbau tidak panik. Namun harus melindungi diri dengan kacamata dan masker. “Sebagai antisipasi saja, agar tidak terpapar debu. Kami juga siap menyuplai masker untuk warga maupun wisatawan, apabila memang dibutuhkan,” tegas Anggit.

Keadaan ini, belum mempengaruhi arus wisatawan yang masuk ke kawasan Bromo. Untuk hari efektif seperti saat ini, volume kunjungan wisatawan di kawasan Bromo memang sedang sepi.

Selain badai debu di kawasan laut pasir Bromo, terpaan angin kencang juga melanda wilayah Probolinggo. Hal ini sesuai dengan tipikal angin yang bergerak secara sporadis. Di kawasan Probolinggo juga terkenal dengan sebutan angin lokal, yakni angin gending. Kemunculannya, juga terjadi tiap musim kemarau. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com