Kabupaten Lamongan Tuntaskan Pencairan BLT-DD Tahap Pertama 

Home / Berita / Kabupaten Lamongan Tuntaskan Pencairan BLT-DD Tahap Pertama 
Kabupaten Lamongan Tuntaskan Pencairan BLT-DD Tahap Pertama  Proses pencairan BLT-DD di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESLAMONGAN, LAMONGAN – Pencairan tahap pertama Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi warga yang terdampak Coronavirus Disease atau Covid-19 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur telah tuntas disalurkan sehari menjelang Idul Fitri 1441 Hijriyah. 

"Alhamdulillah sudah mas," Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Deda (PMD) Kabupaten Lamongan, Khusnul Yakin, Sabtu, (23/5/2020).

Menurut Khusnul, pencairan yang dimulai sejak Kamis (30/4/2020) lalu, kepada 40.716 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 462 Desa yang ada di wilayah Kabupaten Lamongan. 

"Jadi realisasi sampai dengan hari ini sudah tersalur BLT DD diterimakan senilai Rp. 24.429.600.000," ujarnya. 

Khusnul pun memastikan BLT-DD yang dicairkan mekanisme virtual akun (VA) sebanyak 40 desa dan tunai sebanyak 422  desa, disalurkan secara utuh, sebesar Rp 600 ke KPM tidak ada pemotongan administrasi atau yang lainnya.

"Ini tidak ada potongan sama sekali, tidak ada biaya bank, tidak ada saldo minimal, karena menggunakan rekening virtual dan tunai," ujarnya.

Sementara itu, Iskandar NH, Koordinator Pendamping Ahli (PA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD)/Program Inovasi Desa (PID), berharap, BLT DD memberikan manfaat bagi warga Lamongan yang terdampak Covid-19. 

"Semoga Barokah BLT-DD yang telah salur 100 persen. Semoga Corona cepat di angkat Allah SWT dan new normal lagi," tuturnya.

Lebih lanjut Ia menjamin keakuratan data penyaluran BLT-DD di wilayah Lamongan. "Sebab tahapan dan pemutusan kebijakan siapa yang dapat melalui data yang disampaikan relawan desa dan diputuskan dalam MusDes (musyawarah desa) khusus dengan agenda tunggal penetapan BLT-DD," ujarnya. 

Ia pun menjelaskan, dana bantuan sosial (Bansos) termasuk BLT-DD ke warga Lamongan yang terdampak Covid-19 ini memang telah didekatkan dengan masyarakat. "Sebab masyarakat lah yang tahu adanya perpindahan dan atau pergantian status atau kondisi masyarakat dari Minggu ke Minggu dan bulan ke bulan," katanya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com