Limbah Medis Covid-19 Harus Cepat Dimusnahkan

Home / Berita / Limbah Medis Covid-19 Harus Cepat Dimusnahkan
Limbah Medis Covid-19 Harus Cepat Dimusnahkan Aktivitas karyawan PT Jasa Medivest (Jamed) tangani limbah B3 infeksius. Foto: Humas Jabar for TIMES Indonesia
Fokus Berita

TIMESLAMONGAN, BANDUNG – Direktur Jasa Medivest, Olivia Allan mengatakan, ribuan ton limbah medis penyakit infeksi menular dari SARS-CoV-2, virus Corona jenis baru ini, termasuk penyebab Covid-19, tak bisa ditangani dengan cara biasa. 

"Sampah medis ini harus cepat dimusnahkan karena dapat berdampak terhadap lingkungan hidup, kesehatan dan keberlangsungan hidup manusia, serta mahluk hidup lainnya," tandas Olivia di Bandung, Jumat (3/4/2020) petang. 

Pemusnahan selain untuk menghindari potensi infeksi, lanjutnya, juga terdapat risiko dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab yang ingin mencari untung. 

"Sampah rumah tangga saja kalau tidak dimusnahkan dapat menjadi sarang penyakit, apalagi ini dari virus penyakit menular," ujar Oliv, sapaan akrabnya. 

Olivia menyinggung pula, menghadapi pandemi COVID-19 yang merupakan fenomena baru, pengelolaan menggunakan standar operasional prosedur (SOP) khusus, disertai dengan langkah-langkah disinfeksi ketat.

Menurutnya, PT Jamed telah melayani pemusnahan limbah medis dari sejumlah wilayah di luar Jabar, di antaranya DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. 

Limbah medis juga datang dari sejumlah rumah sakit rujukan di Indonesia, termasuk belum lama ini dari 68 WNI eks anak buah kapal Kapal Pesir Diamond Princess. Filter udara kapal ini juga turut dimusnahkan. 

"Saat ini juga sedang dijajaki sampah medis dari Wisma Atlet Kemayoran untuk dimusnahkan di Jamed," katanya.

Olivia menuturkan, apa yang dilakukan Jasa Medivest sebagai upaya pencegahan, juga untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com